Permpuan- perempuan dalam tempurung terjebak dalam ikatan suci yang ganjil. Mereka berhadapan dengan kemerdekaan atas tubuhnya, persoalaan agama, budaya, dan norma masyarakat. Perempuan- perempuan yang berhadapan dengan banyak ironi Mereka menginginkan ketenangan, anak dan suami di tengah kejengahan institusi keluarga mereka mencari cinta, kasih sayang di antara ambiguitas dan kegamangan hidup …
Para Pengamat sastra mengatakan bahwa kisah Buku ini merepresentasikan perlawanan mereka yang lemah dan tak Berdaya Menghadapi absurditas Nasib dan kekuasaan.
Dini Telah Menggoyang- Goyang perahu yang berlayar tenang, yang selama ini kita untuk memahami, bahkan menghayati, hakikat keperempuanan yang dalam novel- novel kita sebelumnya banyak ditampilkan sebagai konsep. Dalam Pada Sebuah kapal dan beberapa cerita pendeknya, Dini Telah menciptakan perempuan yang sama sekali tidak mau menoleh kebelakang, tidak Hendak diikat oleh aturan yang mengekang keb…
Buku ini menunjukan bahwa novel-novel yang ditulis sastrawan Bali sejak zaman kolonial sampai sekarang juga memberikan posisi sentral pada tokoh-tokoh perempuan dalam perjuangan untuk membebaskan diri dan kaumnya dari belenggu patriarki meski harus menghadapi berbagai penderitaan, penistaan, dan kepasrahan untuk kepentingan yang lebih besar.
buku yang merepresentasikan sejarah panjang sastra kita, merentang sepanjang empat abad dari abad ke-17 hingga awal abad ke-21
buku ini membahas kesussastraan Indonesia, tentang raja penyair pujangga barat
buku ini mnguraikan perkembangan penerbitan buku sastra Bali modern dalam satu dekade belakangan ini.
Pusat Bahasa Mengharapkan Agar terbitan buku cerita Rakyat dapat memberikan Manfaat dan Dukungan berarti bagi pengembangan pendidikan di indonesia